Its me

Foto saya
browsing internet, petualangan,touring, suka lingkungan yang berbeda
18.24

Bonsai dan Sequoia

Orang Jepang memelihara pohon yang lazim disebut Bonsai, pohon ini
indah dan dibentuk dengan sempurna walaupun tingginya hanya dalam
hitungan sentimeter.
Di California ditemukan pohon raksasa hutan yang bernama Sequoia.
Salah satu pohon raksasa ini diberi nama Jenderal Sherman dengan
ketinggian mencapai 90 meter seakan menembus langit dan lingkar batang
hingga 26 meter. Pohon raksasa ini begitu hebat sehingga jika
ditebang akan menghasilkan kayu bangunan yang cukup untuk membuat 35
buah rumah dengan lima kamar.
Pada saat berbentuk biji Bonsai dan Jenderal Sherman berukuran sama
kecil, masing2 beratnya kurang dari satu milligram. Setelah keduanya
dewasa terjadi perbedaan ukuran yang luar biasa dan kelihatan seperti
peristiwa yang sederhana saja, tetapi kisah dibalik perbedaan ukuran
itu mengandung pelajaran dalam kehidupan manusia. Ketika pohon Bonsai
mulai menyembulkan tunasnya di muka bumi, orang Jepang mencabutnya
dari tanah dan mengikat pokok akar dan sebagian cabang akarnya dengan
demikian secara sengaja menghambat pertumbuhannya. Hasilnya adalah
sebatang pohon mini yang indah tetapi tetaplah mini.
Biji Jenderal Sherman jatuh ke tanah California yang subur dan
mendapat gizi dari mineral, air hujan dan sinar matahari, hasilnya
adalah sebuah pohon raksasa.

Baik Bonsai maupun Jenderal Sherman tidak punya pilihan dalam
menentukan nasibnya. Tidak demikian dengan anda, anda punya hak
untuk menentukan nasib, anda bisa jadi besar atau jadi kecil
sebagaimana yang anda kehendaki. Anda bisa jadi Bonsai atau Jenderal
Sherman. Citra diri anda dan cara anda memandang diri sendiri akan
menentukan akan menjadi apa anda kelak, untuk itu anda punya pilihan.

12.21

Berita Terbaik

Suatu ketika Roberto De Vincenzo, seorang pemain golf Argentina yang
terkenal itu memenangkan sebuah turnamen golf profesional yang
berhadiah uang dalam jumlah besar.  Setelah menerima hadiahnya dan
penuh senyum di depan kamera para wartawan ia bergegas berjalan
menuju club house dan bersiap-siap untuk pulang.

Saat berjalan menuju mobilnya, ia dihampiri oleh seorang wanita dan
wanita itu memberikan salam ucapan selamat kepadanya atas kemenangan
yang ia raih seraya mengatakan kepadanya bahwa bayinya tengah
mengalami sakit keras dan kondisinya sekarat, "Saya tak tahu harus
bagaimana, karena sama sekali tak punya biaya untuk berobat ke
dokter" kata wanita itu dengan wajah memelas.

Vincenzo sangat tersentuh melihat wanita malang itu dan segera
mengeluarkan check dan pena untuk menuliskan selembar check dengan
nilai yang tidak sedikit untuk diberikan kepada wanita itu.  "Segera
bawa anakmu berobat ke rumah sakit, kalau perlu opname dan pastikan
dia benar-benar sembuh" kata Vincenzo dengan penuh simpatik.  Wanita
itu memegang erat tangan Vincenzo dan beberapa kali membungkuk penuh
rasa terimakasih sebelum pergi meninggalkan pegolf yang murah hati
itu.

Minggu berikutnya dalam suatu acara makan siang di sebuah country
club, rekan Vincenso yang juga seorang pejabat asosiasi golf
professional mendatangi mejanya dan duduk bersamanya, kemudian
bertanya  "Vincenzo, minggu lalu anda memberikan check kepada
seorang wanita?"
Vincenzo mengangguk sambil meneguk juice apelnya.

"Seorang tukang parkir yang melihat anda memberikan check kepada
wanita itu mengatakan pada saya bahwa wanita itu telah menipumu
kawan, anaknya tidak sedang sakit apalagi sekarat" kata orang itu
menjelaskan.
Kali ini Vincenzo tediam sejenak dan bertanya serius "Sungguh? Tidak
ada anak yang sekarat?"
"Benar" tegasnya.
"Syukurlah kalau begitu, saya rasa itu adalah berita terbaik yang
saya dengar dalam minggu ini" jawab Vincenzo

www.groups.yahoo.com/group/bijaksana

12.19

Belajarlah, maka kesempatan akan datang

"Sumber dari segala macam bencana dan kutukan terhadap umat manusia
adalah kebodohan dan ketidakmengertian. Sumber dari tercipnayna
peradaban tinggi adalah
masyarakat yang menghormati pendidikan"

Setiap Manusia mempunyai potensi dan kesempatan yang sama untuk
bahagia dalam hidupnya. Walau ukuran kebahagiaan manusia tidak bisa
disama ratakan, namun secara umum bisa dilihat dari kesuksesan yang
diraih selama hidupnya. Kesuksesan tidak bisa didapat begitu saja,
butuh perjuangan dan usaha keras. Salah satu yang harus dilakukan
untuk mendapat kesuksesan ter - sebut adalah dengan belajar. Belajar,
merupakan tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama bagi tiap
manusia. belajar, selain membuat pengetahuan yang kita miliki
bertambah, kesempatan terbukanya pintu kesuksesan pun semakin lebar.

Lantas bagaimana caranya agar kesuksesan yang ingin dicapai dengan
cara belajar tersebut, dapat
mudah kita raih ?? Ada beberapa hal yang patut kita ingat, ketika
kita sedang belajar untuk menuju kesuksesan yaitu  :

HASRAT KUAT  :
Belajar tanpa disertai oleh keinginan dan hasrat yang kuat untuk
menuju sukses, tak akan berhasil. Karena segala seuatu (termasuk
belajar) yang dilakukan tidak dengan sungguh-sungguh, hasil yang
dicapaipun akan ala kadarnya. Bila kesuksesan merupakan salah satu
proses yang ingin diraih untuk
mencapai kebahagiaan, maka mulailah belajar sungguh-sungguh dengan
hasrat kuat, keinginan dan
harapan yang besar.

Selain keberhasilan tidak akan pernah singgah kepada orang-orang yang
berhastar lemah dan tak punya kemauan, tidak bisa dipungkiri bahwa
segala sesuatu hanya akan terjadi bila kita menginginkan itu terjadi
Seperti kata pepatah "Siapa yang berpikir dia bisa, maka dia akan
bisa menjadi siapapun yang dia inginkan" Ciptakan dan penuhi alam
bawah sadar kita dengan hasrat yang kuat untuk meraih harapan.

BERANI BELAJAR  :
Semua orang pada dasarnya tidak tahu dan tidak mampu. Hanya orang- orang
yang berani belajar yang akhirnya akan tahu dan mampu. Ada
begitu banyak cara untuk belajar, baik melalui pengalaman diri
sendiri pengalaman orang lain, buku-buku bacaan, perenungan, kursus
ataupun pelatihan-pelatihan yang ada. Kita tinggal memilih cara
belajar yang kita sukai. Namun harus dipastikan bahwa cara belajar
yang dilakukan, bisa membuat kita lebih mengerti dan memahami banyak
hal. Sehingga kita mampu melihat dan mengetahui
bahwa ada banyak cara dan pilihan untuk meraih kehidupan yang lebih
baik.

"Saya akan belajar, maka kesempatan akan datang" sunggu tepat apa
yang dikatakanAbraham Lincoln tersebut Sebab tanpa belajar, maka
segala kemungkinan menuju kesuksesan bisa hilang. Untuk menjadi siri
yang selalu belajar (a becoming learling person) diperlukan
keberanian dan ketabahan, yang berakibat terbukanya segala
kemungkinan untuk kehidupan yang lebih baik.

BERANI BERUBAH    :
"Learning has not taken place, until behaviour has changed,: belajar
tidak akan berarti apa-apa,sampai terjadi perubahan perilaku. Dengan
belajar pengetahuan dan ketrampilan kita bertambah. Tetapi
pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak akan
berarti apa-apa,jika ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak
sanggup merubah diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Pengetahuan kita akan hemat tidak akan men- jadikan kita kaya kecuali
kita berani berubah menjadi orang hemat dan mungkin akan kaya.
Pengetahuan kita tentang kerja keras tak akan memberi manfaat, sampai
kita berubah menjadi seorang
pekerja keras dan meraih keberhasilan.

Setelah kita belajar, kita memiliki pengetahuan dan ketrampilan
tentang hal-hal yang kita pelajar. Langkah
berikutnya adalah bagaimana kita bisa berubah menjadi pribadi yang
lebih baik, berdasarkan pengetahuan yang kita miliki. Perubahan itu
mungkin terjadi begitu lambat. Bagi orang-orang tertentu hal itu
mungkin menjadikannya frustasi sehingga proses belajarpun terhenti
ditengah jalan, karena tidak merasa mendapatkan manfaat dari proses
belajar. Namun perlu disadari bahwa jauh lebih sulit menerapkan apa
yang kita ketahui, dibanding dengan proses belajar untuk mendapatkan
pengetahuan itu sendiri. Perubahan kearah lebih baik yang terjadi
pada diri kita, walau berjalan secara perlahan, sedikit demi sedikit,
hal itu akan sangat besar artinta bagi kesuksesan kita.

Teruslah belajar dan janganlah pernah menyerah, walau
kegagalan bisa sewaktu-waktu menghampiri. Gagal bukan berarti mati,
tapi gagal berarti ada banyak hal yang harus diperbaiki. Lupakan kata
tidak mampu dan tidak mungkin, namun persiapkan fisik dan mental
Anda untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

12.18

"BELAJAR DARI AWAN"

Hari itu satu pekan panjang yang penuh dengan kesibukan mengajar
keliling negeri telah kulewati sekali lagi. Seperti biasa aku ingin
menikmati situasi santai dalam penerbangan pulang, membaca yang
ringan-ringan, bahkan memejamkan mata beberapa menit bilamana sempat.
Kendatipun demikian, aku mencoba menerima apa pun yang akan terjadi.

Maka biasanya aku mengucapkan doa pendek berikut: Siapa pun yang
Kautakdirkan duduk di sebelahku, biarlah ia seperti apa adanya, dan
bantulah aku agar dapat menerima apa pun yang tersedia bagiku.

Pada hari yang khusus ini, ketika aku masuk ke dalam pesawat, ternyata
seorang anak kecil, sekitar delapan tahun, duduk pada kursi dekat
jendela di sebelahku. Aku menyukai anak-anak. Namun, aku sedang merasa
lelah. Naluri pertamaku adalah, 'Apa boleh buat, aku tak tahu nasibku
kali ini.' Dengan berusaha bersikap ramah, aku menyapanya dan
mengajaknya berkenalan. Ia menyebutkan namanya, Bradley. Kami langsung
mengobrol dan, hanya dalam beberapa menit, ia menaruh kepercayaan
kepadaku, dengan berkata, "Ini pertama kali saya naik pesawat. Saya agak
takut."

Ia bercerita kepadaku bahwa ia dan keluarganya baru menjenguk
sepupu-sepupunya, dan ia diminta tinggal lebih lama sedangkan
orangtuanya pulang terlebih dahulu. Kini ia pulang sendirian, dengan
pesawat terbang.

"Naik pesawat itu keciiil," kataku, berusaha menumbuhkan keyakinannya.

"Mungkin dapat dianggap salah satu yang paling mudah di antara yang
pernah kaulakukan." Aku diam sejenak, untuk berpikir, dan kemudian aku
bertanya kepadanya, "Pernahkah kau naik roller coaster?"
"Saya senang naik roller coaster!"
"Pernahkah kau menaikinya tanpa berpegangan?"
"Oh, ya. Saya seneng sekali." Ia tertawa. Sementara aku berpura-pura
ketakutan.

"Pernahkah kau naik di depan?" tanyaku lagi dengan wajah pura-pura
merasa ngeri.
"Ya. Saya selalu berusaha mendapatkan tempat duduk paling depan!"

"Dan kau tidak merasa takut?"
Ia menggelengkan kepalanya, tampaknya ia kini telah merasa berhasil
mengimbangi aku.

"Sesungguhnyalah, penerbangan ini tidak seberapa dibanding naik roller
coaster.
Aku tidak berani naik roller coaster, tapi aku tidak takut sama sekali
bila naik pesawat terbang."

Seulas senyum mulai tampak pada wajahnya, "Betulkah itu?" Aku dapat
melihat bahwa ia mulai berpikir bahwa mungkin ia memang pemberani.

Pesawat mulai ditarik menuju ke ujung landasan. Dan ketika akhirnya
pesawat itu meluncur naik, ia memandang ke luar jendela dan mulai
bercerita dengan sangat bersemangat tentang segala yang dialaminya. Ia
mengomentari bentuk-bentuk awan yang dilihatnya, dan gambar-gambar yang
seolah-olah telah dilukis di angkasa. "Awan yang ini seperti kupu-kupu,
dan yang itu kelihatan seperti seekor kuda!"

Tiba-tiba, aku juga melihat melalui mata seorang anak usia delapan
tahun. Rasanya seolah-olah aku baru pertama kali itu terbang.

Belakangan Bradley bertanya tentang pekerjaanku. Aku bercerita tentang
pelatihan yang kuselenggarakan, dan mengatakan bahwa aku juga
membintangi iklan untuk radio dan televisi.

Matanya langsung bersinar. "Saya dan adik saya pernah menjadi bintang
iklan televisi."

"Oh, ya? Bagaimana rasanya?"

Ia bercerita bahwa pengalaman itu sangat mengesankan.

Kemudian ia berkata bahwa ia perlu ke kamar kecil.

Aku berdiri agar ia dapat keluar ke gang. Saat itulah aku melihat alat
penguat pada kedua kakinya. Bradley beringsut-ingsut menuju ke kamar
kecil di belakang.

Ketika ia duduk kembali, ia menerangkan, "Saya menderita distrofi otot.
Adik perempuan saya juga - ia bahkan harus memakai kursi roda. Itu
sebabnya kami menjadi bintang iklan. Kami dijadikan contoh untuk
anak-anak yang menderita distrofi otot."

Waktu pesawat mulai turun, ia memandang kepadaku, tersenyum, dan bicara
dengan nada yang agak-agak malu, "Tahukah Anda, saya betul-betul
khawatir tentang siapa yang akan duduk di sebelah saya di pesawat. Saya
takut ia orang yang ketus, yang tidak mau bicara dengan saya. Saya
senang bisa duduk bersebelahan dengan Anda."

Ketika mengenang seluruh pengalaman itu pada malam harinya, aku
diingatkan tentang untungnya bersikap terbuka. Setelah sepekan penuh
menjadi pengajar, begitu selesai aku justru menjadi siswa.

Sekarang setiap kali aku merasa suntuk - dan itu cukup sering - aku
memandang ke luar jendela dan mencoba menebak bentuk awan yang terlukis
di angkasa.
Dan aku teringat dengan Bradley, anak istimewa yang mengajariku
pelajaran itu.

(Joyce A. Harvey - Chicken Soup for the Unsinkable Soul)

12.17

Arti makna BATU BESAR

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"

Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-ker ikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,
"Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."

"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!" sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya  adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat  tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya."

"Oh, bukan," sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi  mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan "batu besar"  terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."

Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? Anak-anak anda;  Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda;  Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai;  Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang  berharga.

Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan  kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam  kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang  merisaukan dan ini semestin ya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak  akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal  besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita  pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: "Apakah "Batu Besar" dalam  hidup saya?" Lalu kerjakan itu pertama kali."

IMPIAN = BATU BESAR

12.13

Strategi seorang jendral

Seorang jenderal yang harus mundur menuju benteng terakhir, dan menarik sisa-sisa pasukannya yang sebagian besar telah menderita luka-luka karena pedang, tombak, dan anak panah ., memerintahkan penjaga pintu gerbang benteng untuk membuka pintunya lebar-lebar, dan menugaskan beberapa nenek-nenek tua untuk menyapu jalan masuk menuju benteng itu.

Jenderal dari pihak musuh yang memimpin pengejaran atas pasukan kecil yang telah terpukul keras itu, menghentikan langkah maju pasukannya, dan dengan cermat mengamati perilaku 'tidak berencana' dari para nenek itu, dan memicingkan mata untuk bisa melihat ke kedalaman benteng yang sepi dan remang-remang itu.

Kuatir bahwa pasukannya akan masuk ke dalam sebuah perangkap, sang jenderal menarik mundur pasukannya dan menjauh dari benteng yang menurut perhitungannya. berbahaya!.

12.08

Arti Memiliki

Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan 'harus dipertahankan' jika memang
sudah sepadan. Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan begitu
indah, jika tanpa persahabatan.. yang satu selalu menjadi penyebab yang lain
dan prosesnya.. adalah irreversible.

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau
mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintaimu
persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama. Satu diantara kalian akan
memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang. Begitu juga dalam cinta:
engkau yang mencari, dan yang lain akan menanti.

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta.. mungkin akan begitu menyakitkan, dan
mungkin akan menyebabkan engkau sakit dan menderita.. tapi jika engkau tidak
mengikuti kata hati, pada akhirnya engkau akan menangis.. jauh lebih pedih..
karena saat itu menyadari bahwa engkau tidak pernah memberi.. cinta itu
sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen. Perasaan bisa datang dan
pergi begitu saja. Cinta tak harus berakhir bahagia.. karena cinta tidak
harus berakhir.

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan.. dan mengerti apa yang
tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau
pikiran.. melainkan dari HATI.

Ketika engkau mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena
jika engkau demikian, engkau bukan mencintai, melainkan.. investasi.

Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena
jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan..
memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang engkau
cintai daripada kehilangan seseorang yang engkau cintai, karena egomu yang
tak berguna itu.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga mati kala musim
berganti, cintailah mereka seperti samudra, sebab samudra mengalir
selamanya.

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan-kepingan kaca, tapi
tancapkan dalam pikiranmu, bahwa ada seseorang yang akan bersedia untuk
menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan-pecahan kaca itu.
Sehingga engkau akan menjadi utuh kembali.